banner 728x250

HUT ke-19 Kota Serang Jadi Momentum Perkuat Sinergi Pemerintah dan Gerakan Mahasiswa

banner 120x600
banner 468x60

Wartalintasdesa.web.id, Serang — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kota Serang tidak hanya diisi dengan seremoni, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara pemerintah daerah dengan kelompok mahasiswa dan organisasi kepemudaan untuk membicarakan arah pembangunan Kota Serang.

Sarasehan yang digelar di Teater Koffie, Kampung Katulisan, Kecamatan Kasemen, Senin (10/8/2026), mempertemukan sejumlah elemen mahasiswa dan pemuda, di antaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), serta organisasi kepemudaan lainnya.

Forum tersebut turut dihadiri Wali Kota Serang Budi Rustandi, Wakil Wali Kota Serang Agis Nur Aulia, unsur DPRD Kota Serang, jajaran organisasi perangkat daerah, serta para fungsionaris di lingkungan Pemerintah Kota Serang.

Wali Kota Serang Budi Rustandi menilai keterlibatan mahasiswa menjadi bagian penting dalam mengawal jalannya pembangunan. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam memastikan program pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Budi mengatakan ruang dialog dengan mahasiswa sengaja dibuka agar berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan dapat disampaikan secara langsung kepada pemerintah maupun pihak legislatif.

“Pemerintah memfasilitasi teman-teman mahasiswa untuk menyalurkan aspirasinya, berdiskusi dengan pemerintah, dan membantu saya dalam pengawasan pembangunan di Kota Serang,” kata Budi.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya memiliki fungsi menyampaikan kritik, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses pengawasan pembangunan. Masukan dari mahasiswa dinilai dapat membantu pemerintah melihat persoalan dari sudut pandang yang lebih luas.

Budi bahkan menyebut forum dialog dalam rangka HUT Kota Serang tersebut sebagai salah satu momentum penting karena mahasiswa diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan secara terbuka dan terarah.

“Saya rasa ini baru pertama kali di Kota Serang. Di HUT Kota Serang, pemerintah memfasilitasi teman-teman mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya secara dewasa dan terarah,” ujarnya.

Pemerintah Dorong Pengawasan Publik

Keterlibatan DPRD dan perangkat daerah dalam sarasehan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempertemukan aspirasi mahasiswa dengan pihak yang memiliki kewenangan dalam mengambil keputusan.

Dengan demikian, persoalan yang disampaikan tidak berhenti sebagai bahan diskusi, tetapi diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui kebijakan maupun evaluasi program pemerintah.

Budi menegaskan komunikasi antara pemerintah dan mahasiswa harus terus dibangun. Ia berharap forum seperti ini dapat menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih konkret dalam mengawal pembangunan Kota Serang.

“Tanpa teman-teman mahasiswa dan tanpa dukungan masyarakat, Kota Serang saya rasa jauh daripada kesuksesan,” tegasnya.

Selain berbicara mengenai partisipasi publik, Budi juga menyinggung perubahan pola respons pemerintah terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat. Salah satunya berkaitan dengan penanganan rumah warga yang mengalami kerusakan atau roboh.

Ia mengatakan pemerintah berupaya memangkas proses yang sebelumnya dinilai terlalu panjang sehingga masyarakat dapat memperoleh bantuan lebih cepat.

“Dulu, rumah roboh itu harus menunggu satu tahun baru diberikan anggarannya untuk pembangunan. Di era Budi dan Agis, itu langsung, saya sendiri yang menyerahkan,” ungkapnya.

Menurut Budi, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan pelayanan yang lebih cepat dan responsif. Ia menilai birokrasi harus mampu beradaptasi ketika masyarakat membutuhkan tindakan segera.

“Saya suka melakukan hal yang tidak biasa agar hasilnya luar biasa,” kata Budi.

Mahasiswa Diminta Kawal Pembangunan

Dalam kesempatan tersebut, Budi juga mengajak organisasi mahasiswa dan pemuda untuk tidak berhenti pada penyampaian kritik. Ia mendorong mahasiswa ikut mengawal persoalan yang terjadi di tengah masyarakat serta memberikan rekomendasi yang dapat menjadi bahan evaluasi pemerintah.

Kehadiran HMI, LMND, GMNI dan berbagai organisasi kepemudaan dalam sarasehan HUT ke-19 Kota Serang dinilai menjadi gambaran bahwa pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Pemerintah, menurut Budi, perlu terus membuka komunikasi dengan kelompok masyarakat agar kebijakan yang dihasilkan tidak berjalan satu arah.

Ia berharap forum tersebut dapat melahirkan gagasan konkret yang kemudian dapat diterjemahkan menjadi program maupun kebijakan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kota Serang.

“Semoga apa yang kita diskusikan hari ini bisa menghasilkan output kebijakan yang baik dan pro terhadap masyarakat,” pungkasnya. (Adib) 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *