banner 728x250

September Hitam: Membaca Peristiwa Satu Oktober, Merefleksikan Gerakan Dan Dinamika Banten

banner 120x600
banner 468x60

Wartalintasdesa.web.id, Serang – HMI Komisariat Tarbiyah Selenggarakan Diskusi Publik Memperingati dan Merefleksikan Peristiwa 1 Oktober 1965

Banten, 1 Oktober 2026. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Tarbiyah menyelenggarakan diskusi publik bertajuk “September Hitam: Membaca Peristiwa Satu Oktober, Merefleksikan Gerakan Dan Dinamika Banten” pada Kamis sore, 1 Oktober 2026.

Kegiatan ini menjadi ruang intelektual bagi kader dan mahasiswa untuk membaca kembali Peristiwa 1 Oktober 1965 secara kritis sekaligus merefleksikan relevansinya terhadap gerakan mahasiswa dan dinamika sosial-politik di Banten.

Kegiatan berada di bawah kepemimpinan Ketua Umum HMI Komisariat Tarbiyah, Ahmad Dhenda Sudarma, dengan koordinasi Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, Pemuda, dan Kepemudaan (PTKP) yang dipimpin Muhammad Rizky Fauzan. Diskusi menghadirkan Kanda M. Zidannurival dan Kanda Master Ipad Bahtiar sebagai pemateri.

Membaca Sejarah Secara Kritis

Peristiwa 1 Oktober 1965 merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah politik Indonesia yang memiliki berbagai perspektif mengenai latar belakang, aktor, dan dampaknya. Karena itu, mahasiswa perlu melihat sejarah melalui berbagai sumber dan sudut pandang, bukan hanya berdasarkan satu narasi.

Diskusi ini mendorong peserta untuk memahami sejarah secara kritis serta menjadikannya sebagai bahan refleksi dalam melihat persoalan sosial dan politik masa kini.

Refleksi Gerakan Mahasiswa dan Banten

Selain membahas sejarah, diskusi diarahkan untuk melihat peran dan posisi gerakan mahasiswa dalam menghadapi dinamika sosial-politik, khususnya di Banten.

Mahasiswa diharapkan mampu membaca persoalan secara kontekstual, menguji informasi, menyampaikan gagasan berdasarkan pengetahuan, serta membangun gerakan yang kritis dan bertanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, HMI Komisariat Tarbiyah berupaya memperkuat tradisi intelektual kader melalui diskusi, kajian, dan refleksi terhadap berbagai persoalan masyarakat.

Penutup

Diskusi publik ini menjadi bagian dari upaya HMI Komisariat Tarbiyah dalam membangun kader yang kritis, reflektif, dan peduli terhadap persoalan masyarakat serta dinamika daerah. Sejarah diharapkan tidak hanya dipahami sebagai masa lalu, tetapi juga menjadi pijakan untuk membaca dan merespons persoalan masa kini.

“Sekalipun langit akan runtuh, bumi akan musnah, keadilan harus ditegakkan.” (Adib) 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *