LEBAK – Tepatnya di wilayah Kecamatan Gunungkencana Kabupaten Lebak Banten, ada sebuah Kampung yang bernama Kampung Cimanyangray Desa Cimanyangray.
Nama Kampung ini cukup termasyhur dengan produk Goloknya yang terkenal tajam melebihi mata pedang.
Cerita ini bukan sebuah fiksi ataupun mitos belaka, reputasi tinggi dari karya pandai besi kampung ini sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat luas. Tentunya, hal itu tidak terlepas dari sang pencipta awal karya Golok yakni : Abah Acang (Almarhum).
Abah Acang dan Golok Cimanyangray
Abah Acang adalah seorang tokoh yang sangat dihormati di kalangan masyarakat setempat, ia merupakan sang Maestro pandai besi yang pertama kali menciptakan Golok Cimanyangray, hingga terkenal. Dari tangan kreatif sang tokoh inilah kemudian tercipta Golok Cimanyangray sebuah senjata tradisional yang memiliki ketajaman luar biasa.
Sejarah singkat Golok Cimanyangray
Dahulu sekitar tahun 60-an dengan alat tradisionalnya Abah Acang membuat beberapa Golok untuk kemudian dipasarkan ke berbagai kampung, adapun ciri khas Golok buatannya ia selalu menyelipkan logam baja di tengah besi pada mata Golok tersebut, istilah dalam bahasa Sunda (Waja Selap) atau baja di tengah besi, tujuannya agar Golok itu bisa tajam dan kuat.
Setelah semua Golok selesai dan siap dipasarkan Abah Acang pun berangkat untuk menjualnya, keliling perkampungan hingga ke luar daerah. Namun na’as pada suatu ketika bukan uang dari keuntungan menjual Golok yang ia dapatkan, tapi rasa malu yang menyayat hati. Semua mata Golok yang Abah Acang tawarkan di sobek oleh tangan sakti salah satu pembeli dan di ambil logam baja didalamnya bahkan di ejek Golok murahan.
Kecewa dan sakit hati yang didapat tidak lantas membuatnya putus asa. Justru dari sinilah kemudian lahir ide brilian yang menginspirasi dalam jiwa yang tenang, Abah Acang kembali membuat Golok dengan desain yang lebih unggul. Bahkan, dikabarkan saat itu Abah Acang membuat Golok sambil berpuasa meminta kepada sang maha pencipta agar besi landasan yang digunakan mampu menciptakan Golok yang lebih tajam dan sempurna.
Selesai proses, Golok pun kembali dipasarkan, untuk kali ini, Golok tidak bisa disobek oleh tangan sakti itu tetapi sebaliknya menurut kabar yang beredar, tangan itu hampir putus tergores ketajaman mata golok Abah Acang. Dari sinilah kemudian awal ketenaran Golok Cimanyangray itu lahir hingga melegenda di tengah masyarakat.
Makna dan Kesimpulan
Makna dan kesimpulan yang bisa kita petik sebagai pelajaran dari cerita ini bukan hanya betapa kreatifnya tangan Abah Acang dalam membuat Golok.
Tetapi lebih dari itu kita semua diajarkan tentang kreativitas, inovasi, ketekunan dan kesabaran yang lahir dari kegagalan, sebuah filosofi atau realitas yang terjadi pada diri seseorang yang mengharuskan kita berpikir lebih positif bahwa pada pemikiran yang tenanglah segala tantangan itu bisa dihadapi.
Produksi Golok Cimanyangray
Golok Cimanyangray saat ini tidak lagi di produksi di Kampung Cimanyangray, karena seluruh peralatannya diturunkan kepada generasi penerus Almarhum Abah Acang di Kampung Cikiara Desa Parakan Lima Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak Banten. Di sanalah Golok Cimanyangray itu dibuat.(Hd/Endang)


















