LEBAK – Fenomena paceklik dan terbatasnya pasokan melanda pasar tradisional Muara Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Lebak – Banten. Sehingga keadaan tersebut menimbulkan kenaikan harga kebutuhan pokok dan ikan laut.
Warga setempat mulai mengeluh atas lonjakan harga yang semakin memberatkan kantong.
Salah satu pedagang di pasar tradisional Binuangeun, Endin mengatakan, kenaikan harga yang paling signifikan, terjadi pada komoditi, saat ini harga cabai rawit merah biasanya berada di kisaran Rp 40.000 per kg, namun kini melonjak menjadi Rp 80.000 ‑ 100.000 per kg tergantung kualitasnya, Cabai merah keriting yang sebelumnya Rp 40.000 per kg kini naik menjadi Rp 60.000 per kg, Bawang merah naik dari Rp 40.000 menjadi Rp 45.000 per kg, sementara telur ayam bergerak dari Rp 29.000 menjadi Rp 32.000 per kg, Kacang tanah juga mengalami kenaikan menjadi Rp 50.000 per kg.
“Komoditas yang masih bertahan, bawang putih tetap di Rp 35.000 per kg dan tomat Rp 8.000 per kg serta daging ayam masih di harga Rp. 40.000 per kg, ”ujar Endin di lapak dagangannya, Senin (15/12/2025).
Sementara itu, harga ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Binuangeun juga mengalami kenaikan. Eneng, penjual ikan berusia 45 tahun, menjelaskan, Ikan bawal yang dulu paling mahal Rp 25.000 per kg kini menjadi Rp 35.000 per kg, terus ikan tongkol kecil sedeng yang biasanya dijual Rp 8.000‑10.000 per ekor kini mencapai Rp 15.000 per ekor, dan pisang – pisang paling mahal Rp. 20.000 kini mencapai Rp 25.000 per kg, sementara cumi-cumi Rp. 25.000 sekarng mencapai Rp. 40.000 per kg.,ujar Neng.
Menurut Neng, kenaikan harga ikan disebabkan oleh terbatasnya pasokan. “Penurunan stok diakibatkan oleh fenomena paceklik yang melanda nelayan pesisir, sehingga banyak perahu tidak berlayar karena minimnya tangkapan, ikan beku kiriman dari kota, yang turut menaikkan harga jual di pasar lokal,” ujarnya.
Salah satu pembeli Refida (33) mengaku terkejut dengan kenaikan harga ikan. “Mau tidak mau, tetap beli walaupun mahal. Tapi kalau begini terus, kami harus mencari alternatif lain seperti tahu, tempe atau sayuran,” katanya.
Warga berharap bahwa, fenomena paceklik ini segera berakhir cuaca juga segera bersahabat. Sehingga nelayan dapat kembali melaut, stok ikan pulih, dan harga sembako serta ikan dapat turun ke level yang lebih wajar.
“Semoga situasi laut cepat membaik, pasokan ikan kembali stabil, dan harga kembali normal,” ujar Refida dengan nada harap.(K, San)
Fenomena Paceklik Kebutuhan Pokok dan Ikan Laut Meroket di Pasar Binuangen


Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

LEBAK – Kebijakan tegas kembali diambil Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menjaga standar operasional program…

PANDEGLANG – Proses penanganan kasus kecelakaan lalu lintas di kawasan Gardu Tanjak yang menewaskan seorang…

KOTA BEKASI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi menerima penghargaan dari Pemerintah Kota Bekasi atas…

SERANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten kembali mencatatkan prestasi gemilang di bidang kesehatan hewan nasional….

Sesungguhnya alam semesta diciptakan Allah dalam keadaan seimbang, indah, dan penuh kasih sayang. Gunung, laut,…











