Lebak, Wartalintasdesa – Penyalahan prosedur dan peruntukan mobil siaga desa menjadi sorotan tajam. Mobil yang seharusnya digunakan untuk mendukung operasional pemerintahan dan kegiatan masyarakat, diduga malah dipakai ke tempat hiburan malam, tepatnya di lokasi dugem di sekitar Pulomanuk, Kecamatan Bayah, pada Minggu malam, 9 November 2025 sekitar pukul 22.00 WIB.
Menanggapi kejadian tersebut, awak media melakukan pantauan langsung di lokasi. Terlihat bahwa mobil siaga desa Sawarna Timur digunakan oleh seorang adik dari Kepala Desa Sawarna Timur, Sanusi, yang berinisial BS. Penggunaan kendaraan milik masyarakat ini sangat disayangkan karena jelas menyalahi fungsi dan etika penggunaan fasilitas desa yang didanai dari anggaran negara dan anggaran desa.
Kepala desa dan masyarakat berhak mempertanyakan penggunaan mobil siaga desa untuk keperluan pribadi, apalagi ke tempat hiburan malam. Mobil siaga desa bukan kendaraan pribadi, melainkan fasilitas yang harus diawasi penggunaannya karena berkaitan dengan dana publik.
“Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Mobil siaga desa seharusnya digunakan untuk kepentingan masyarakat dan kegiatan pemerintahan, bukan untuk ke tempat dugem,” ujar salah satu tokoh masyarakat.
Kamis, 27 November 2025, Kepala Desa Sawarna Timur belum memberikan komentar resmi, namun menyatakan akan mengkonfirmasi kejadian tersebut kepada pihak desa.
Sementara itu, Camat Bayah, Dadan Juanda, saat dimintai pendapatnya mengenai penggunaan mobil siaga desa ke tempat hiburan, mengatakan, “Jika informasi tersebut benar, maka sangat disayangkan karena di luar kepentingan masyarakat maupun penyelenggaraan pemerintahan.”
Camat menambahkan, pihaknya akan mengkonfirmasi langsung kepada pihak desa terkait dugaan penyalahgunaan kendaraan tersebut.
Pentingnya Pengawasan dan Etika Penggunaan Fasilitas Desa
Penggunaan fasilitas desa harus selalu sesuai dengan peruntukannya dan menjaga etika moral. Mobil siaga desa harus digunakan untuk mendukung kegiatan masyarakat dan pemerintahan, bukan untuk keperluan pribadi yang tidak relevan. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap penggunaan aset desa demi menjaga kepercayaan masyarakat dan integritas pemerintahan desa. (Hn/Red)


















