banner 728x250

Koordinator BB Lebak, Soroti Pelaksanaan Program Ketapang Desa Sarageni Belum Tempuh Uji Kelayakan

banner 120x600
banner 468x60

LEBAK – Uji kelayakan sangat penting untuk program ketapang (ketahanan pangan) agar dapat berjalan efektif, berdaya saing, dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan uji kelayakan, program dapat dievaluasi dan dipastikan apakah usaha di bidang ketahanan pangan, telah memenuhi syarat untuk dilaksanakan, sehingga manfaatnya maksimal dan tidak membebani masyarakat.

Poin-poin Pentingnya Uji Kelayakan diantaranya :

Efektivitas Program: Uji kelayakan memastikan bahwa program yang direncanakan memiliki potensi untuk berhasil dan mencapai tujuannya, yaitu meningkatkan ketahanan pangan daerah.

Daya Saing : Program yang telah diuji kelayakannya akan lebih mampu bersaing dan berkembang, sehingga keberlanjutannya terjamin.

Dampak Positif : Dengan uji kelayakan, program dapat dipastikan memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan kesejahteraan.

Evaluasi dan Perbaikan: Proses uji kelayakan memberikan kesempatan untuk mengevaluasi dan memperbaiki strategi atau aspek-aspek dalam program sebelum diterapkan secara luas.

Mencegah Kerugian : Uji kelayakan membantu mencegah kerugian finansial atau sumber daya lainnya karena program yang tidak efektif atau gagal mencapai tujuannya.

Namun sangat di sayangkan, Program Ketapang dengan anggaran mencapai ratusan juta, di Desa Sarageni Kecamatan Cimarga Lebak – Banten, sebelum uji kelayakan tetapi sudah ada pencairan dan dimulai pelaksanaannya yakni untuk peternakan lele, kambing dan penanaman jagung sehingga menimbulkan pertanyaan dan sorotan Ider Alam alias Gopur Koordinator Badak Banten DPD Lebak, apakah program tersebut akan berhasil optimal sesuai harapan atau tidak, untuk terwujudnya ketahanan pangan yang kuat dan sejahtera bagi masyarakat.

Uji kelayakan menurut Ider Alam, akan membantu mencegah kerugian finansial atau sumber daya lainnya karena program yang tidak efektif atau gagal mencapai tujuannya. Sehingga secara keseluruhan, uji kelayakan adalah langkah krusial dalam mengembangkan program ketapang agar hasilnya optimal dan sesuai dengan harapan, yaitu terwujudnya ketahanan pangan yang kuat dan sejahtera bagi masyarakat.

Terbukti, kata Ider Alam, karena belum ditempuhnya uji kelayakan hasil pantauan kami untuk pembuatan bak ternak lele saja sudah bocor sehingga belum apa-apa harus diperbaiki.

“Belum program ternak kambing seperti apa legalitasnya, berapa kapasitas jumlah standar layaknya perkandang, seperti apa pembuatan kandangnya satu hamparan atau tidak, termasuk pemberian pakan setiap hari seperti apa teknis dan biaya tenaga pekerja pencari pakan kambing tersebut dan masih banyak lagi,” bebernya.

Begitu juga kata Ider Alam, untuk penanaman jagung seperti apa teknisnya agar layak dan tepat dalam hal budi daya nya sehingga bisa berhasil dan menguntungkan.

Sementara itu Amir ketua kelompok program Ketapang Desa Sarageni saat di konfirmasi. Senin (22/9) mengatakan, untuk program ternak kambing pokonya entah kambing atau domba saya tidak tau yang jelas embe Garut rencananya seperti itu.

“Adapun terkait pelaksanaan sebelum adanya uji kelayakan, itu atas dasar pertimbangan permintaan dari kepala desa, kata kepala desa pa Amir apa yang di survei kelayakannya kalau tempatnya belum ada,” jelasnya.

Sehingga saat ini lanjut ketua Ketapang Sarageni, kandang sudah 90 persen jadi belum beres, lahan jagung belum beres dan harapannya minggu – minggu ini akan ada uji kelayakan.

“Mengenai uang sudah di cairkan adapun terkait uji kelayakan tidak di dahulukan, saya hanya mengikuti saran dari kepala desa,”pungkasnya. (red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *