LEBAK – Dari Ribuan nelayan tradisional di pesisir Lebak selatan di Muara Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten, kini menghadapi masa paceklik yang parah. Karena minimnya tangkapan, mereka terpaksa berhenti melaut selama hampir dua pekan, mengakibatkan penurunan pendapatan yang drastis. Senin (8/12).
Paceklik yang sedang berlangsung membuat nelayan kesulitan menangkap ikan, sehingga mereka terpaksa tidak bisa bekerja. Kondisi ini juga berdampak pada perekonomian lokal, karena nelayan tidak dapat menjual hasil tangkapan mereka.
Wildan, salah satu nelayan setempat, mengungkapkan, “Kami sudah hampir dua pekan tidak bisa melaut, karena tidak ada ikan yang bisa ditangkap.” Ia menambahkan bahwa cuaca buruk sebelumnya memperburuk situasi, namun kini masalah utama adalah kelangkaan ikan.
Dalam upaya mencari alternatif, para nelayan berharap dapat beralih ke benih bening lobster (BBL) sebagai sumber pendapatan tambahan dikala minimnya pendapatan ikan. Namun, ketidakpastian regulasi ekspor dan penurunan harga beli di tingkat pengepul resmi membuat harapan itu menjadi tak menentu.
“Kami berharap pemerintah serius memperhatikan nasib nelayan, terutama terkait harga benih lobster yang tidak stabil,” kata Wildan.
Sadil, nelayan lain, menambahkan kebingungan atas musim pancingan yang tak kunjung tiba.
“Seharusnya ini sudah musim pancingan terutama ikan layur, tapi anehnya ikan susah didapat, mungkin karena jarang ada hari nelayan dan tidak ada ruwatan laut,” ujarnya.
Kekurangan pasokan ikan juga dirasakan oleh pedagang di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muara Binuangeun. Ridwan, seorang pedagang, menjelaskan, “Ikan jadi susah didapat, harga pun ikut naik. Mau tidak mau, kami harus mengurangi pembelian karena takut tidak laku.” ujarnya.
Lanjut Ridwan mengatakan, “Penjualan ikan di TPI juga menurun drastis, kami hanya bisa menjual beberapa kilogram ikan saja,” ujarnya.
Nelayan Lebak Selatan berharap agar pemerintah dapat lebih proaktif dalam membantu mereka menghadapi tantangan alam dan ekonomi, sehingga kesejahteraan masyarakat pesisir dapat meningkat. (K, san)


















