Lebak — Kekecewaan terhadap janji perbaikan infrastruktur yang tak kunjung direalisasikan mendorong warga Kampung Cibuah, Desa Cibuah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, untuk memperbaiki jalan lingkungan secara swadaya.
Aksi gotong royong tersebut dilakukan dengan mengumpulkan dana sukarela dan tenaga masyarakat setempat. Jalan yang diperbaiki merupakan akses utama bagi warga untuk kegiatan pendidikan, ekonomi, hingga layanan kesehatan.
Warga menyebutkan bahwa kerusakan jalan telah berlangsung cukup lama dan telah berulang kali disampaikan kepada pihak terkait, namun hingga kini belum terlihat adanya langkah konkret untuk melakukan perbaikan. (8 Februari 2026)
Salah seorang perwakilan warga menegaskan bahwa perbaikan mandiri dilakukan karena masyarakat tidak lagi memiliki pilihan lain.
“Kami sudah berkali-kali menyampaikan keluhan, tapi tidak ada tindak lanjut yang jelas. Kondisi jalan semakin parah dan sangat mengganggu aktivitas warga, sehingga kami terpaksa memperbaiki sendiri,” ujar Maman, selaku RT 07 Kampung Cibuah Masjid.
Saat musim hujan tiba, jalan tersebut berubah menjadi licin dan berlumpur, sehingga membahayakan pengguna jalan — termasuk anak-anak yang berangkat ke sekolah. Selain itu, distribusi hasil pertanian warga juga kerap terhambat akibat akses yang sulit dilalui kendaraan.
Warga menilai bahwa kondisi tersebut mencerminkan lemahnya perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur dasar di tingkat lingkungan. Padahal, jalan tersebut merupakan jalur vital bagi aktivitas harian masyarakat.
Melalui aksi swadaya ini, warga tidak hanya berupaya mempertahankan akses lingkungan, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa persoalan infrastruktur desa tidak bisa terus dibiarkan tanpa kepastian penanganan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun langsung meninjau kondisi lapangan dan mengambil langkah konkret, agar tanggung jawab penyediaan infrastruktur dasar tidak sepenuhnya dibebankan kepada warga. (Firdaus)


















