PANDEGLANG, Wartalintasdesa.web.id– Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kabupaten Pandeglang sukses menggelar pelatihan pemulasaran jenazah sebagai langkah nyata dalam melayani umat. Kegiatan yang menjadi program kerja unggulan ini menghadirkan H. Idris, Pengurus Harian UNIMAR, sebagai narasumber utama, pada Minggu (15/02/2026).
Acara yang berlangsung khidmat ini dibuka langsung oleh Ketua PCM Pandeglang, Dr. Juwayni, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kemandirian warga persyarikatan dalam menjalankan kewajiban fardu kifayah.
“Target kita jelas, ke depan PCM Pandeglang harus memiliki tim pemulasaran jenazah yang siap diterjunkan kapan saja. Pelayanan ini bukan hanya untuk warga persyarikatan, tapi manfaatnya harus dirasakan oleh masyarakat umum,” tegas Dr. Juwayni.
Dalam pemaparannya, H. Idris memberikan penekanan bahwa mengurus jenazah adalah bentuk penghormatan terakhir yang harus dilakukan dengan penuh adab dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
“Mengurus jenazah itu bukan sekadar urusan teknis memandikan atau membungkus kain kafan. Ini adalah bentuk khidmah (pelayanan) tertinggi kepada saudara kita yang telah tiada. Kita harus memastikan setiap prosesnya, mulai dari memejamkan mata hingga jenazah siap disholatkan, dilakukan dengan lembut dan sesuai syariat agar keluarga yang ditinggalkan merasa tenang,” ujar H. Idris.
Beliau juga mengingatkan bahwa doa-doa yang dipanjatkan selama proses pemulasaran adalah kunci. Dalam pelatihan ini, peserta diajarkan hafalan doa-doa penting, mulai dari doa saat memejamkan mata jenazah: Allāhummaghfir li… (menyebut nama jenazah) hingga doa saat meletakkan jenazah ke liang lahat.
Pelatihan ini diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari 20 ikhwan dan 5 akhwat. Materi yang disampaikan sangat komprehensif, mencakup:
1. Adab Mendoakan Mayat: Cara mendoakan dan memejamkan mata jenazah dengan benar.
2. Manajemen Musibah: Ucapan dan sikap saat menerima kabar duka.
3. Adab Kubur: Doa saat memasuki area pemakaman.
4. Bela Sungkawa: Cara memberikan ucapan takziah yang menguatkan keluarga.
5. Prosesi Terakhir: Tata cara mengangkat dan meletakkan jenazah dengan iringan doa Bismillāhi wa ‘alā millati Rasūlillāh.
Dengan adanya pelatihan ini, Majelis Tabligh PCM Pandeglang berharap literasi mengenai pengurusan jenazah yang syar’i semakin merata di tengah masyarakat Pandeglang, sehingga tidak ada lagi keraguan dalam menjalankan perintah agama di saat duka melanda. (MIR)


















