LEBAK, Wartalintasdesa.web.id– Langit digital di Kecamatan Banjarsari mendadak gelap. Aksi brutal pemutusan kabel internet yang terjadi berulang kali kini berubah menjadi ancaman nyata, dan bukan sekadar gangguan teknis, tetapi teror yang mengusik stabilitas kehidupan masyarakat.
Kejadian berulang yang menimbulkan kerusakan kabel produksi internet Wifi Dukodu mengalami kerusakan. Bung Yos menjelaskan bahwa kejadian ada enam wilayah kabel wifi Dukodu yang di potong, diantaranya: Terjadi pada Minggu, 19/04/2026, di Desa Kerta, dan Desa Bojongjuruh. Senin, 20/04/2026 di Desa Kertaraharja, dan Desa Umbuljaya. Serta Hari Rabu, 21/04/2026 di Desa Cilegongilir dan Desa Lebakkeusik, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
“Kejadian ini menyebabkan kerugian dan keluhan kepada warga. Aktivitas ekonomi tersendat, pelajar kehilangan akses belajar, dan komunikasi lumpuh seketika. Semua bermuara pada satu aktor misterius: oknum pelaku sabotase yang hingga kini masih berkeliaran bebas,” tegas Bung Yos, kepada awak media pada Jum’at (24/04/2026).
Informasi yang berkembang menyebutkan bahwa aksi ini bukan kejadian tunggal. Indikasi kuat mengarah pada praktik persaingan tidak sehat antar pelaku usaha jaringan internet, yang diduga nekat memutus kabel demi menjatuhkan kompetitor. Bahkan, tokoh masyarakat dan Ketua Ormas Pemuda Pancasila Banjarsari telah mengingatkan agar persaingan dilakukan secara sehat tanpa tindakan destruktif seperti pemutusan kabel.
Kemarahan publik semakin memuncak setelah sejumlah pihak, termasuk aktivis dan LSM, angkat suara keras. Ketua LSM setempat dilaporkan geram terhadap aksi sabotase yang dinilai merugikan masyarakat luas dan menciptakan keresahan berkepanjangan.
Bung Yos mengumumkan hadiah khusus disiapkan bagi masyarakat yang mampu memberikan informasi akurat hingga pelaku berhasil ditangkap. Ini bukan sekadar imbauan—ini adalah deklarasi perang terhadap pelaku kejahatan jaringan.
“Ini sudah keterlaluan. Bukan hanya merusak fasilitas, tapi juga merampas hak masyarakat atas akses informasi,” ujarnya.
Bung Yos menegaskan bahwa ini adalah perlawanan terhadap praktik kotor yang mengancam kemajuan daerah.
“Pihak terkait bersama elemen masyarakat bergerak cepat. Investigasi intensif dilakukan, jejak demi jejak mulai ditelusuri. dan tentunya Kami akan memberikan Hadiah Fantastik kepada Masyarakat yang ikut membantu Kami dalam menemukan dan menangkap pelaku sabotase,” pungkasnya. (MIR)


















