banner 728x250
Berita  

Lebak Cetak Sejarah! Cileles Sukses Gelar Panen Raya Kebun Melon Golden Terbesar se-Banten

banner 120x600
banner 468x60

LEBAK, – Sektor hortikultura Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, kembali menorehkan capaian gemilang di kancah regional. Bupati Lebak, Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya, memimpin langsung jalannya acara Panen Raya Melon Golden Premium yang bertempat di lahan pertanian produktif Kp. Margawana, Desa Cipadang, Kecamatan Cileles, pada Kamis (14/5/2026).

Langkah taktis ini menjadi tonggak baru bagi Pemerintah Kabupaten Lebak dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Program yang dikelola oleh kelompok tani Garda Tani Margawana Mulya ini berfokus pada diversifikasi komoditas pertanian bernilai jual tinggi demi mendongkrak kesejahteraan ekonomi para petani pedesaan secara instan.

Bupati Lebak, Hasbi Asyidiki Jayabaya, menegaskan bahwa wilayahnya memiliki potensi besar dan harus mampu menjadi daerah penopang utama bagi ketahanan pangan di tingkat nasional.

“Lebak sebagai daerah aglomerasi harus berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional. Tahapannya ketahanan pangan dulu terwujud, setelah itu baru kita bicara swasembada pangan,” ujar Hasbi dalam sambutannya di hadapan para petani dan tokoh masyarakat.

Hasbi menjelaskan, berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lebak, pemerintah daerah saat ini memfokuskan akselerasi pembangunan pada empat sektor utama. Sektor tersebut meliputi pembangunan infrastruktur jalan, penguatan ketahanan pangan, penghapusan kemiskinan ekstrem melalui program perbaikan rumah tidak layak huni, serta penataan kawasan perkotaan.

Ia juga menyoroti pentingnya komitmen bersama dalam menjaga lahan pertanian berkelanjutan agar tidak terus beralih fungsi menjadi area industri atau perumahan.

Kadin Banten Siap Jadi Off-Taker Jamin Pasar Petani

Di lokasi yang sama, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Provinsi Banten, Amal Jayabaya, menyebut panen raya melon golden ini menjadi bukti sahih bahwa Kabupaten Lebak siap menjadi motor penggerak ketahanan pangan di Provinsi Banten.

“Hari ini bukan hanya sekadar panen raya melon, tapi bukti nyata bahwa Kabupaten Lebak siap menjadi bagian penting ketahanan pangan,” tegas Amal.

Guna memastikan keberlanjutan program ini, Amal menyatakan bahwa Kadin Banten siap mendukung penuh dari hulu hingga hilir, terutama pada rantai pemasaran hasil pertanian masyarakat.

Kadin berkomitmen menjadi off-taker (pembeli siaga) yang akan menyerap langsung seluruh hasil produksi petani lokal. Langkah ini diambil agar komoditas yang dihasilkan memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan stabil di pasaran.

“Kita harus mengawal dan mendongkrak petani kita sendiri supaya mereka mendapatkan profit dan keuntungan yang jauh lebih baik,” imbuhnya.

Ia juga berharap suksesnya budidaya melon premium di Cileles ini dapat menularkan “virus positif” dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk mengembangkan pertanian modern.

Perputaran Uang Cepat, 65 Hari Langsung Cair Tunai

Pembina Kelompok Tani Garda Margawana Mulya, Agus R Wisas, mengungkapkan bahwa kebun yang berada di bawah binaan Kadin Indonesia ini merupakan kebun melon terbesar di Provinsi Banten. Saat ini, kebun tersebut memiliki populasi mencapai 30.000 pohon yang membentang di atas lahan produktif seluas kurang lebih empat hektare. Agus optimis keberhasilan ini bisa mengubah pola pikir masyarakat mengenai sektor pertanian. Menjadi petani modern terbukti jauh lebih menjanjikan secara finansial.

“Sekarang sudah ada contoh nyata bahwa jadi petani melon itu jauh lebih menguntungkan. Kalau kita menanam pohon kayu, kita harus menunggu sampai tiga tahun. Sementara melon premium ini cukup 65 hari sudah bisa panen, dan pembayarannya pun langsung cash (tunai),” kata Agus sembari menunjukkan buah melon hasil panen.

Dari sisi ekonomi konsumen dan produsen, Agus menambahkan bahwa harga melon golden di tingkat petani saat ini jauh lebih murah dan kompetitif dibandingkan dengan harga yang ada di pasar modern atau swalayan.

“Kalau di supermarket harganya bisa mencapai Rp40 ribu per kilogram, di sini (langsung di kebun) kami lepas hanya dengan harga Rp20 ribu saja,” tambahnya.

Ekspansi ke Komoditas Cabai

Keberhasilan di sektor hortikultura Kecamatan Cileles ini dipastikan tidak akan berhenti pada komoditas melon saja. Sebagai langkah keberlanjutan dan pemanfaatan lahan secara optimal, kelompok tani Garda Margawana Mulya mengonfirmasi bahwa mereka telah mulai mengembangkan budidaya tanaman cabai.

Saat ini, sudah ada sekitar 8.000 batang pohon cabai yang ditanam di kawasan tersebut. Komoditas cabai ini diperkirakan sudah memasuki masa matang dan siap dipanen massal pada bulan depan.

Acara panen raya yang berlangsung meriah ini turut dihadiri oleh jajaran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pengurus inti Kadin Banten, Muspika Kecamatan Cileles, serta perwakilan gabungan kelompok tani (gapoktan) setempat. Kehadiran para pemangku kebijakan multi-sektor ini menegaskan adanya sinergi dan dukungan penuh pemerintah dalam memperkuat ekosistem agribisnis lokal.(Handa)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *