Penulis : R. Rendi Satrio Wibowo Mahasiswa : Administrasi Publik Untirta Semester : 6 (Enam)
Banten,- Provinsi Banten, yang terletak di bagian barat Pulau Jawa, memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia, terutama dalam sektor pertanian dan pangan. Sebagai daerah dekat dengan ibu kota Jakarta, Banten menghadapi tantangan dan peluang dalam menciptakan ketahanan pangan yang baik. Ketahanan pangan di Banten tidak hanya terkait dengan ketersediaan pangan, tetapi juga distribusi merata, keberagaman pangan lokal, serta kemampuan daerah dalam mengatasi krisis sosial dan ekonomi.
Dalam beberapa tahun terakhir, Banten menghadapi tantangan seperti fluktuasi harga pangan, kesenjangan sosial dan distribusi pangan yang tidak merata. Meskipun Banten memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, dengan produk pangan seperti padi, jagung, dan hortikultura, distribusinya sering kali tidak merata. Wilayah dekat pusat kota, seperti Kota Tangerang, lebih mudah mengakses pangan dibandingkan daerah terpencil seperti Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang.

Kabupaten Lebak, yang memiliki angka kemiskinan tinggi sekitar 15,6% pada 2022, menghadapi tantangan serius terkait ketahanan pangan, di mana sebagian besar penduduknya sulit memenuhi kebutuhan pangan bergizi ,. Ketergantungan Banten terhadap impor pangan juga tinggi, meskipun banyak hasil pertanian yang diproduksi. Pada2021, harga beras melonjak akibat gangguan distribusi, berdampak pada daya beli masyarakat, terutama di pedesaan .
Pemerintah Provinsi Banten telah berupaya meningkatkan sektor pertanian melalui program penyuluhan, bantuan bibit unggul, dan peningkatan infrastruktur pasar pangan. Sektor swasta juga dilibatkan untuk memastikan distribusi pangan merata, termasuk di daerah terpencil.
Untuk meningkatkan ketahanan pangan di Banten, diperlukan langkah-langkah strategis, seperti meningkatkan infrastruktur pertanian dan distribusi pangan, mengurangi ketergantungan pada impor, dan meningkatkan program penyuluhan kepada petani di daerah miskin. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan ketahanan pangan di Provinsi Banten dapat terjaga lebih baik, baik di masa normal maupun dalam menghadapi krisis.


















